di Vechta: Liburan

Sonntag, März 27, 2005

Liburan

Sudah lama kita ingin jalan-jalan ke München (mewakili Süddeutschland). Kebetulan liburan ini ada angebot dari die Bahn, tawaran yang menarik dan cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa.
Segera mencari obyek yang akan dikunjungi dan menyusun jadwal perjalanan. Harus lengkap dan detil (termasuk waktu, bea transport, bea masuk kalau ada, lama kunjungan, dsb) agar efisien. Jangan dikira pekerjaan mudah. Meski semua bisa dicari lewat internet, ternyata memakan waktu berhari-hari juga lho.
Sempat juga gonta-ganti jadwal. Pertama kita ingin pakai NZ (Nachtzug, kereta malam) biar sampai sana pagi dan bisa langsung jalan-jalan. Ternyata NZ Bremen-München tempatnya habis semua. Kemudian dialihkan, berangkat pagi pakai IC kemudian ICE. Ternyata di IC kita 'hanya' mendapat tempat di gerbong perokok. Waduh, bawa anak-anak nih... nggak mau ah! Cari-cari lagi alternatif lain. Alhamdulillah masih ada tempat, berangkat pakai IC tengah malam, kemudian ganti ICE jam lima pagi. He he... ngotot banget yah? Tapi pulangnya, München-Bremen, kita dapet NZ kok.
Berangkat Liburan
Horeee, akhirnya datang juga saat yang ditunggu-tunggu. Dari Vechta kita berangkat Jumat malam dengan NWB yang terakhir. Hmm... FaFa masih kemripik (maksudnya mengoceh dengan riang), bersemangat tinggi memulai perjalanan panjang ini.
Sampai di Bremen HBF satu jam kemudian, tapi kita masih harus menunggu kereta berikutnya 3 jam lagi. Hu hu hu... lama sekali... (kan berangkatnya tengah malam). Jam sepuluh FaFa mulai rewel, ngantuk tapi merasa tidak nyaman tidur di ruang tunggu. Setengah jam kemudian satu persatu mulai klipuk, tidur selonjor di kursi yang kosong.
Seperempat jam sebelum berangkat, FaFa dibangunkan. Mengumpulkan nyawa sebentar, kemudian jalan naik ke gleiss 7. Tidurnya nanti bisa dilanjutkan lagi di kereta.
Begitu sudah naik di kereta, lho... tempat kita kok ditempati orang? Kebetulan kita dapat tempat di ruangan kecil berpintu untuk 5 orang. Kita bangunin, kok dianya ngotot nggak mau pergi. Laaaah... malam-malam bikin perkara. Kasihan anak-anak, nggak bisa segera melanjutkan tidur.
Sepuluh menit kemudian kondektur datang untuk memeriksa ticket. Kita tunjukin reservierungplatz-nya dan... hush-hush, setelah diusir kondektur baru deh mereka mau pergi...

Gambar: FaFa Melanjutkan tidur di kereta

-posting berikutnya, liburan hari pertama-