di Vechta: Salzburg

Montag, April 11, 2005

Salzburg

-bagian akhir-
Akhirnya sampai juga di hari terakhir liburan. Tujuan kita adalah Salzburg, Austria.
Saya sendiri sebenarnya senang berjalan-jalan, melihat-lihat dan menikmati suasana kota. Tapi anak-anak sebaliknya.
Sudah terbayangkan bagaimana suasana hari terakhir ini.
Kondisi fisik tidak lagi prima (mulai terasa capeknya) obyeknya pun 'hanya' melihat-lihat kota saja. Hmm, kira-kira apa ya yang bisa menarik minat anak-anak dari jalan-jalan dan melihat-lihat ini?
Dari HBF Salzburg dengan menggunakan bus kita turun di Rathaus. Busnya unik loh, seperti bom-bom car (bom-bom bus kali ya... hehe...).
Dari Rathaus kita mulai jalan di sekitaran Altstadt. Benar saja, belum lama jalan anak-anak sudah mulai bosan. Untunglah, tidak lama kemudian kita sampai Residenz yang di depannya terdapat air mancur (saat itu belum ada airnya). Disana anak-anak sejenak mendapatkan kesenangan dengan menaikinya.
Setelahnya kita istirahat sejenak di Mozartplatz sambil membuka bekal makan siang. Hff... udara sangat panas dan sekali lagi kami salah kostum. Padahal di ramalan cuaca yang sempat saya lihat di internet hujan lho (namanya juga ramalan manusia ya...). Di depan kami patung Wolfgang Amadeus Mozart berdiri dengan gagahnya. Dia lahir tahun 1756 dan menjadi putra kebanggan kota Salzburg.
Berikutnya kita berjalan ke arah Dom. Megah sekali. Anak-anak tidak peduli. Mereka terus berjalan sambil sesekali berhenti menikmati musik dari pengamen jalanan. Wah, ada catur raksasa... asik sekali... Sayang kita tidak punya cukup waktu untuk memainkannya, padahal FaFa sudah bersemangat lho. Hei, lihat di atas sana... cantik dan megah ya? Kita ke sana yoook...
Bener deh, FaFa langsung semangat. itu adalah Festung Hohensalzburg. Sebuah benteng yang dibangun pada tahun 1077 dan sejak tahun 1892 sudah disediakan Standseilbahn (seperti lift miring) untuk memudahkan kunjungan ke sana. Hebat ya...
Dari atas kita bisa leluasa melihat kota Salzburg. Sebuah kota yang ditengahnya mengalir sungai Salzbach. Dikelilingi bukit-bukit nan menawan. Bangunan-bangunan kuno yang elok. Sungguh paduan pemandangan yang sangat indah.



Puas berkeliling (sebenarnya lebih tepat dikatakan capek berkeliling) di dalam Festung Hohensalzburg, kita kembali turun. Dilanjutkan mencari rumah tempat Mozart dilahirkan. Sempat 'nemu' toko buku tertua di Austria, Hollrigl, sejak tahun 1594. Uh, sayang banget nggak sempat masuk. Baru deh, kemudian sampai di Mozart Geburthaus. Sebenarnya yang lebih menarik adalah jalan (atau lorong) di sebelah kiri gedung kuning itu, Getreidegasse. Berderet toko-toko dengan papan nama antik.

Sebenarnya kita juga sempat mengunjungi Schloss Mirabell. Sepintas saja, karena waktu sudah pukul enam sore. Mungkin karena masih dingin, tamannya belum tampak indah. Bunga dan tanaman lainnya belum tumbuh dengan sempurna. Kolam-kolam juga masih kering.

Dan, selesai sudah kita mengunjungi Salzburg. Kembali ke Muenchen, kemudian pulaaaang...